Bukan Beverly Hills: Kawasan Elite Ini Begitu Eksklusif sampai Banyak Orang Tidak Pernah Mendengar Namanya
Kalau dengar kata kawasan elite, yang langsung muncul di kepala biasanya Beverly Hills, Rodeo Drive, atau rumah artis Hollywood. Tapi ternyata ada satu tempat yang level “orang kayanya beda server”: Beverly Park. Letaknya di Los Angeles, di kawasan perbukitan Santa Monica Mountains, dan secara administratif bukan Kota Beverly Hills. Menariknya, tempat ini justru terkenal karena suasananya yang tertutup, jumlah rumahnya yang terbatas, serta penghuni yang berasal dari kalangan superkaya. Jadi kalau Beverly Hills terasa seperti panggung kemewahan, Beverly Park lebih mirip backstage yang pintunya benar-benar dijaga.
Beberapa fakta unik Beverly Park yang bikin kawasan ini terasa seperti dunia sendiri:
1. Jumlah rumahnya sangat terbatas
Bagian Beverly Park North disebut hanya memiliki sekitar 64 rumah mewah. Kelangkaan seperti ini secara sederhana bisa meningkatkan eksklusivitas karena lahan dan jumlah properti yang tersedia memang terbatas.
2. Ukuran rumahnya bukan sekadar “besar”
Rumah-rumah di Beverly Park North rata-rata disebut memiliki luas sekitar 20.000 kaki persegi, atau lebih dari 1.800 meter persegi. Jadi, istilah “rumah gede” di sini punya definisi yang agak berbeda.
3. Ada sistem keamanan berlapis
Akses ke kawasan ini dijaga melalui dua checkpoint, sementara sejumlah rumah juga mempunyai gerbang dan sistem keamanan pribadi. Secara psikologis, pembatasan akses seperti ini bukan cuma soal keamanan, tetapi juga menciptakan rasa privasi yang sangat tinggi bagi penghuni.
4. Privasi justru menjadi bagian dari kemewahan
Di banyak kawasan elite, kemewahan sengaja dipamerkan. Beverly Park mengambil pendekatan berbeda: semakin sulit orang luar masuk, semakin kecil kemungkinan kehidupan penghuni terganggu. Konsep ini cukup masuk akal secara sosial karena orang dengan profil tinggi biasanya punya kebutuhan privasi lebih besar.
5. Penghuninya bukan orang sembarangan
Nama-nama besar Hollywood seperti Mark Wahlberg, Denzel Washington, dan Sylvester Stallone pernah dikaitkan dengan kawasan ini. Bahkan keluarga kerajaan Arab Saudi juga disebut memiliki alamat di Beverly Park.
Yang bikin Beverly Park makin menarik adalah fakta bahwa kemewahannya tidak selalu terlihat dari jalan umum. Kawasan ini dibangun dengan konsep yang sangat mengutamakan ruang, jarak, pagar, pepohonan, dan kontrol akses. Dari perspektif desain lingkungan, kondisi seperti ini menciptakan semacam “buffer zone” antara rumah dan dunia luar. Artinya, seseorang tidak sekadar membeli bangunan mahal, tetapi juga membeli jarak dari publik. Ini berbeda dengan kawasan elite yang sengaja menjadi pusat perhatian wisatawan. Bahkan di Los Angeles sendiri, terdapat beberapa enclave supermewah lain seperti Trousdale Estates dan Bel-Air yang sama-sama terkenal karena rumah besar, lokasi perbukitan, dan tingkat privasinya.
Jadi, kalau selama ini Beverly Hills dianggap sebagai simbol tertinggi kehidupan glamor, Beverly Park menawarkan definisi yang sedikit berbeda: kaya tanpa perlu terlihat terlalu sering. Di dunia orang superkaya, ternyata privasi, kelangkaan, dan akses terbatas bisa menjadi kemewahan yang nilainya jauh lebih tinggi daripada sekadar rumah megah.